BIGNEWS.ID – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Jember, Wahyu Susetyo, melakukan pengecekan langsung progres pembangunan Program Bedah Rumah bagi masyarakat yang membutuhkan di Kelurahan Wirolegi, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, Selasa (09/06).
Program yang merupakan bagian dari 15 Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan ini terus menunjukkan perkembangan positif dengan melibatkan jajaran Lapas Jember, masyarakat sekitar, serta warga binaan yang turut berpartisipasi dalam proses pembangunan sebagai bagian dari pembinaan kemandirian dan pengabdian sosial.
Memasuki hari kelima pelaksanaan, progres pembangunan rumah milik Bapak Ismail telah mencapai sekitar 80 persen. Struktur bangunan utama telah berdiri kokoh dengan penyelesaian dinding dan sebagian besar pekerjaan konstruksi. Saat ini, pekerjaan difokuskan pada penyelesaian pemasangan atap dan pengerjaan lantai sebelum memasuki tahap akhir penyempurnaan bangunan.
Dalam peninjauannya, Kalapas Jember mengapresiasi semangat gotong royong yang ditunjukkan oleh seluruh pihak yang terlibat, termasuk warga binaan yang diberikan kesempatan untuk mengaplikasikan keterampilan kerja yang telah diperoleh selama menjalani masa pembinaan di Lapas.
“Alhamdulillah, hingga hari kelima progres pembangunan telah mencapai sekitar 80 persen. Capaian ini merupakan hasil kolaborasi dan semangat kebersamaan antara jajaran Lapas, masyarakat, serta warga binaan yang ikut berkontribusi dalam proses pembangunan. Selain membantu masyarakat yang membutuhkan, kegiatan ini juga menjadi sarana pembinaan bagi warga binaan untuk mengasah keterampilan kerja dan menumbuhkan kepedulian sosial,” ujar Kalapas.
Lebih lanjut, Kalapas menegaskan bahwa Program Bedah Rumah tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik semata, tetapi juga menjadi implementasi nyata nilai-nilai Pemasyarakatan yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Kami ingin menghadirkan Pemasyarakatan yang semakin berdampak. Melalui kegiatan ini, warga binaan tidak hanya memperoleh keterampilan kerja, tetapi juga belajar tentang nilai gotong royong, empati, dan pengabdian kepada masyarakat. Harapannya, pengalaman ini menjadi bekal positif saat mereka kembali ke tengah masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Ismail selaku penerima bantuan mengaku terharu melihat perkembangan rumahnya yang hampir selesai dan menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat.
“Saya sangat bersyukur dan tidak menyangka rumah kami bisa dibangun hingga seperti ini. Terima kasih kepada Lapas Jember, masyarakat, dan juga para warga binaan yang ikut membantu pembangunan rumah kami. Semoga semua kebaikan ini mendapatkan balasan yang terbaik,” ungkap Ismail.
Kegiatan pembangunan berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan. Melalui Program Bedah Rumah ini, Lapas Jember terus menunjukkan komitmennya untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mengoptimalkan pembinaan warga binaan melalui kegiatan yang produktif, edukatif, dan bernilai sosial.
(Red)






