BIGNEWS.ID – Dalam rangka memperkuat pengawasan dan pencegahan penyalahgunaan narkotika di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Bandung, Kepala Lapas, Margono, memimpin pengarahan kepada seluruh staf dan regu pengamanan di Ruang Tata Usaha Lapas. Kegiatan ini merupakan upaya untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menjaga keamanan dan ketertiban, serta mencegah peredaran narkotika di dalam lapas.
Dalam arahan yang disampaikan, Kalapas Margono menekankan pentingnya menciptakan lingkungan Lapas yang bersih dari narkotika dan penggunaan handphone. Ia menegaskan bahwa keberhasilan dalam mencegah penyalahgunaan narkotika memerlukan kerja sama solid antara semua pihak, terutama regu pengamanan. Salah satu langkah preventif yang ditekankan adalah peningkatan pengawasan di area-area rawan serta pemeriksaan ketat terhadap barang-barang yang masuk dan keluar Lapas.
“Kita harus memastikan bahwa Lapas Narkotika Kelas IIA Bandung menjadi tempat yang bebas dari narkotika. Setiap petugas pengamanan harus menjaga integritas dan tidak terlibat dalam praktik-praktik penyelundupan. Saya tegaskan, ada zero tolerance terhadap penyalahgunaan handphone dan narkotika di dalam Lapas,” ujar Margono dalam pengarahannya.
Kegiatan yang turut dihadiri oleh Kepala Pengamanan Lapas, M. Nurzaman, Kasi Administrasi Keamanan dan Ketertiban, Alo Nana, dan Kasubsi Portatib, Asep Rachmat, ini diharapkan dapat meningkatkan komitmen seluruh petugas dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di dalam Lapas.
Margono juga menekankan, Kita harus sama-sama menjaga citra positif Lapas Narkotika Kelas IIA Bandung dan mewujudkannya sebagai wilayah birokrasi bersih melayani (WBBM) dan wilayah bebas dari korupsi (WBK). Tindakan tegas akan diberikan kepada petugas atau pengunjung yang terbukti terlibat dalam penyalahgunaan wewenang.
“Dengan adanya pengarahan ini, diharapkan seluruh petugas dapat semakin waspada dan berperan aktif dalam mencegah penyalahgunaan narkotika, serta berkontribusi menciptakan Lapas yang aman, tertib, dan bersih dari peredaran gelap narkotika,” tegas Margono.
(Red)






