BIGNEWS.ID – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tenggarong kembali menunjukkan komitmen kuatnya dalam memberdayakan warga binaan melalui program pembinaan kemandirian yang inovatif. Pada hari Senin, 19 Mei 2025 yang berlangsung di Aula Atas Lapas Kelas IIA Tenggarong pukul 10.00 WITA secara resmi meluncurkan pelatihan barbershop yang diikuti oleh 20 orang warga binaan terpilih.
Kegiatan ini sendiri dijadwalkan akan berlangsung selama tiga hari, hingga Rabu, 21 Mei 2025, dan diharapkan tidak hanya memberikan keterampilan praktis, tetapi juga menumbuhkan harapan dan mempersiapkan para peserta untuk kehidupan yang lebih mandiri pasca-pembebasan.
Kegiatan kemandirian ini juga merupakan bentuk upaya jajaran Lapas Kelas IIA Tenggarong dalam mensukseskan 13 program akselarasi Kementrian Imigrasi dan Pemasyarakatan yang digagas oleh Agus Andrianto.
Acara pembukaan pelatihan yang berlangsung khidmat dan penuh antusiasme ini dihadiri oleh 40 orang, beserta jajaran penting petugas Lapas Kelas IIA Tenggarong, perwakilan instruktur dari RIKA Hair Studio, serta para peserta pelatihan yang tampak bersemangat menyambut kesempatan emas ini. Kepala Kelas IIA Tenggarong, Suparman, secara langsung membuka kegiatan ini dengan memberikan sambutan yang inspiratif.
Dalam pidatonya, Kalapas Suparman menekankan pentingnya pembinaan kemandirian sebagai bagian integral dari proses rehabilitasi warga binaan. Beliau menyampaikan bahwa keterampilan barbershop dipilih karena memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Kami menyadari bahwa reintegrasi yang sukses ke masyarakat memerlukan lebih dari sekadar pemahaman hukum. Keterampilan praktis seperti barbershop ini memberikan modal konkret bagi warga binaan untuk memulai kehidupan baru yang produktif dan bermartabat,” tegas Suparman.
Dia juga menyampaikan apresiasi kepada RIKA Hair Studio atas kesediaannya untuk berkolaborasi dalam program yang sangat bermanfaat ini.
RIKA Hair Studio, yang dikenal dengan kualitas layanannya di bidang hair styling dan barbershop, diwakili langsung oleh pemiliknya, Riza Wahyu. Riza Wahyu, yang juga akan bertindak sebagai instruktur utama, menyatakan kegembiraannya dapat berkontribusi dalam program pembinaan di Lapas Kelas IIA Tenggarong.
“Kami percaya bahwa setiap individu memiliki potensi untuk berkembang. Melalui pelatihan ini, kami tidak hanya mengajarkan teknik memotong rambut, tetapi juga menanamkan semangat kewirausahaan dan pelayanan,” ujar Riza Wahyu.
Tim dari RIKA Hair Studio telah menyiapkan kurikulum pelatihan yang komprehensif, mencakup teknik dasar dan lanjutan barbershop, penataan rambut pria, perawatan kebersihan alat, hingga tips pelayanan pelanggan dan manajemen usaha kecil.
Selama tiga hari pelatihan intensif, para peserta akan mendapatkan materi теоретический dan sesi praktik langsung di bawah bimbingan instruktur profesional. Mereka akan diajarkan berbagai teknik dasar seperti basic haircut, fade, taper, hingga penataan rambut dengan berbagai gaya. Selain keterampilan teknis, pelatihan ini juga akan memberikan pemahaman mengenai pentingnya kebersihan, keselamatan kerja, dan interaksi yang baik dengan pelanggan.
Antusiasme yang tinggi terlihat jelas dari wajah para peserta pelatihan. Bagi sebagian besar dari mereka, ini adalah kesempatan pertama untuk mempelajari keterampilan barbershop secara formal. Mereka menyadari bahwa keterampilan ini dapat menjadi aset berharga setelah mereka menyelesaikan masa pidana dan kembali ke tengah-tengah masyarakat.
Dengan memiliki keahlian yang marketable, diharapkan mereka dapat lebih mudah mendapatkan pekerjaan atau bahkan membuka usaha sendiri, sehingga mengurangi risiko untuk kembali melakukan tindak pidana.
Program pelatihan barbershop ini merupakan salah satu dari serangkaian inisiatif pembinaan kemandirian yang secara berkelanjutan diselenggarakan oleh Lapas Kelas IIA Tenggarong. Sebelumnya, Lapas juga telah mengadakan berbagai pelatihan keterampilan lainnya seperti meubeler, Coffeshop dan lain sebagainya.
Semua program ini bertujuan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja dan mendorong mereka untuk menjadi individu yang mandiri secara ekonomi.
Kepala Seksi Bimbingan Kerja Lapas Kelas IIA Tenggarong, Jumari Swandoko menambahkan bahwa keberhasilan program pembinaan kemandirian ini tidak hanya diukur dari jumlah warga binaan yang mengikuti pelatihan, tetapi juga dari dampak positif yang dirasakan setelah mereka kembali ke masyarakat.
“Kami terus melakukan monitoring dan evaluasi terhadap efektivitas program-program pembinaan. Kami berharap, melalui pelatihan barbershop ini, para peserta tidak hanya memiliki keterampilan, tetapi juga memiliki mental yang kuat dan motivasi untuk membangun kehidupan yang lebih baik,” ujar Jumari.
Dengan adanya pelatihan barbershop ini, Lapas Kelas IIA Tenggarong sekali lagi menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menjalankan fungsi penahanan, tetapi juga fungsi pembinaan yang holistik. Diharapkan, sinergi antara pihak Lapas, dunia usaha, dan masyarakat dapat terus terjalin untuk menciptakan program-program pembinaan yang lebih inovatif dan efektif dalam mempersiapkan warga binaan menjadi anggota masyarakat yang produktif dan bertanggung jawab. Pelatihan ini menjadi simbol harapan baru bagi para warga binaan, membuka peluang untuk masa depan yang lebih cerah dan mandiri.
(Red)






