News  

Kalapas Semarang Jadi Narasumber Kobar Tani, Angkat Inovasi Ketahanan Pangan dari Balik Jeruji

BIGNEWS.ID – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas I Semarang, Fonika Affandi, berkesempatan menjadi narasumber dalam dialog interaktif Kongkow Bareng Petani (Kobar Tani), sebuah program live streaming yang digelar oleh Dinas Pertanian Kota Semarang di Lodji Gayeng Lapas Semarang, Jumat (22/08/2025).

Kobar Tani kali ini merupakan episode ke-83 dengan tajuk “Di Balik Jeruji Muncul Inovasi untuk Ketahanan Pangan”. Acara yang dipandu oleh Rere Nugrahayu dari Dinas Pertanian Kota Semarang ini dimulai pukul 09.00 WIB dan dibuka dengan dialog bersama sejumlah pejabat struktural Lapas Kelas I Semarang.

Topik yang diangkat berfokus pada pelaksanaan kegiatan pertanian di lahan terbatas, namun mampu menghasilkan output yang maksimal. Episode ini disiarkan secara langsung melalui Channel YouTube Dinas Pertanian Kota Semarang dan akun TikTok resmi Lapas Semarang.

Dalam kesempatan ini, Fonika Affandi menyampaikan bahwa program ketahanan pangan yang dijalankan Lapas sejalan dengan program Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden RI serta mendukung 13 program akselerasi Menteri Hukum dan HAM bidang Pemasyarakatan.

“Pemberdayaan warga binaan menjadi salah satu kunci untuk mewujudkan ketahanan pangan di lapas dan rutan. Kita bekali dan fasilitasi kebutuhan mereka agar mampu mengoptimalkan lahan yang ada. Jangan hanya berorientasi pada profit semata, tetapi juga pada dampak jangka panjang, yaitu investasi sumber daya manusia warga binaan agar lebih maju, mandiri, dan produktif,” jelas Kalapas.

Lebih lanjut, Fonika menekankan bahwa ketahanan pangan tidak hanya terbatas pada sektor pertanian, melainkan juga mencakup perikanan dan peternakan. Dalam penutupannya, ia menyampaikan bahwa kemandirian pangan yang dibangun dari dalam lapas diharapkan dapat menjadi kontribusi nyata bagi terwujudnya bangsa yang mandiri, kuat, dan berdaulat.

Sebagai penegasan, Kalapas berharap agar kegiatan pembinaan ini tidak hanya menjadi rutinitas semata, melainkan mampu menumbuhkan semangat baru bagi warga binaan untuk terus berinovasi, serta menjadi inspirasi bagi masyarakat luas bahwa dari balik jeruji pun dapat lahir karya dan kontribusi nyata bagi ketahanan pangan nasional.

(Red)