News  

Lapas Tenggarong Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis Sambut Hari Bhakti Kemenimipas 2025

BIGNEWS.ID – Dalam rangka menyemarakkan Hari Bhakti Kementrian Imigrasi dan Pemasyarakatan ke-I tahun 2025, Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Tenggarong menggelar pemeriksaan kesehatan gratis.

Kegiatan yang berfokus pada deteksi dini penyakit tidak menular (PTM) ini ditujukan bagi para petugas, anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP), serta Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) lanjut usia (lansia).

​Kegiatan yang mengusung semangat kepedulian dan pelayanan prima ini dilaksanakan di depan area Klinik dan besukan Lapas Tenggarong pada hari Jumat, 14 November 2025. Sejak pukul 08.00 WITA, para peserta telah antusias mendaftarkan diri untuk memanfaatkan layanan yang berlangsung hingga pukul 11.30 WITA tersebut.

Kepala Lapas Kelas IIA Tenggarong, Suparman, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen Lapas Tenggarong untuk memastikan kesehatan seluruh elemen di dalam lapas, baik petugas sebagai pelaksana tugas maupun WBP sebagai sasaran pembinaan.

“Kesehatan adalah pilar utama. Mustahil kita bisa melaksanakan tugas pembinaan dan pelayanan dengan prima jika kita sendiri tidak sehat,” ujar Suparman.

“Terlebih dalam momentum Hari Bhakti ini, kami ingin memberikan perhatian khusus tidak hanya kepada para petugas yang bekerja dengan dedikasi tinggi, tetapi juga kepada WBP lansia yang merupakan salah satu kelompok rentan dan wajib kita penuhi hak-hak dasarnya, termasuk hak kesehatan.”

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa fokus pada PTM sangat relevan dengan kondisi saat ini. “Penyakit seperti hipertensi, diabetes, kolesterol, dan asam urat seringkali datang tanpa gejala. Ini adalah silent killer. Melalui skrining dasar ini, kita bisa mendeteksi lebih awal, sehingga intervensi bisa dilakukan secepat mungkin sebelum menjadi komplikasi serius,” tambahnya.

Tim Klinik Lapas Kelas II A Tenggarong menjadi motor penggerak utama kegiatan ini. Sebanyak total 53 peserta berhasil terjaring dalam skrining, dengan rincian 30 orang yang terdiri dari petugas lapas dan anggota DWP, serta 23 orang WBP lansia.

Dokter Klinik Lapas Tenggarong, dr. Renata, menjelaskan bahwa layanan yang diberikan bersifat komprehensif, tidak hanya sekadar memeriksa.

“Kami menyiapkan empat pemeriksaan kunci yang paling banyak dikeluhkan, yaitu pemeriksaan tekanan darah, Gula Darah Sewaktu (GDS), kadar Asam Urat, dan Kolesterol,” jelas dr. Renata.

Menurutnya, alur kegiatan dirancang agar peserta mendapatkan manfaat maksimal.

“Setelah peserta diperiksa dan hasilnya keluar yang relatif cepat mereka tidak langsung pulang. Tim medis kami langsung melakukan konseling dan Penyuluhan Kesehatan (Penkes) singkat secara personal. Jika ditemukan hasil di atas ambang batas normal, kami berikan edukasi mengenai pola makan, gaya hidup, dan manajemen stres yang tepat,” paparnya.

Tindak lanjut langsung menjadi kunci dari kegiatan ini. Bagi peserta yang terindikasi memerlukan intervensi medis, tim klinik telah menyiapkan obat-obatan dasar dan multivitamin.

“Tujuan utamanya adalah skrining dasar, penyuluhan, dan intervensi awal. Data hasil pemeriksaan ini akan kami catat dalam rekam medis peserta. Bagi WBP lansia, ini akan menjadi dasar pemantauan kesehatan rutin kami ke depan. Sementara bagi petugas, ini adalah pengingat untuk lebih peduli pada kesehatan diri di tengah padatnya aktivitas kerja,” tegas dr. Renata.

Inisiatif ini mendapat apresiasi tinggi dari para peserta. Salah seorang petugas, sebut Arif (28), mengaku sangat terbantu. “Jujur, karena sibuk kerja, kadang lupa cek kesehatan rutin. Dengan adanya ini di kantor, sangat praktis. Tadi baru tahu kalau kolesterol saya agak tinggi, langsung dapat arahan dari dokter,” katanya.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pemantik untuk membudayakan gaya hidup sehat di seluruh lingkungan Lapas Kelas II A Tenggarong. Kalapas berharap, kesadaran akan pentingnya deteksi dini ini dapat terus berlanjut.

“Ini bukan sekadar acara seremonial. Ini adalah investasi kesehatan jangka panjang. Kami ingin mewujudkan Lapas Tenggarong yang tidak hanya aman dan tertib, tetapi juga sehat, baik sehat petugasnya, sehat pula Warga Binaannya,” tutupnya.

(Red)