BIGNEWS.ID – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bersama Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan Hak Asasi Manusia (BPSDM Imi-Pas) melakukan kunjungan kerja ke Pulau Nusakambangan pada Jumat (23/01/2026).
Kunjungan ini bertujuan untuk melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) secara langsung terhadap para peserta magang yang ditempatkan di berbagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) pemasyarakatan.
Kegiatan monitoring ini difokuskan pada penilaian kesesuaian antara kurikulum pelatihan dengan praktik lapangan yang dijalankan peserta. Kepala BPSDM Imi-Pas menekankan bahwa Nusakambangan, dengan karakteristik pengamanan tingkat tinggi (high security), memberikan tantangan unik sekaligus pengalaman berharga bagi para peserta magang dalam membentuk mentalitas dan profesionalisme kerja.
Sekjend Kemnaker mengapresiasi pola pembinaan yang diterapkan di Nusakambangan. Menurutnya, sinergi antara Kemnaker dan Kemenimipas melalui BPSDM Imi-Pas merupakan langkah strategis untuk mencetak tenaga kerja yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga memiliki integritas tinggi.
”Evaluasi ini bukan sekadar mengecek kehadiran, melainkan memastikan bahwa setiap individu yang magang di sini benar-benar siap diterjunkan ke masyarakat atau instansi terkait dengan standar kompetensi nasional,” ujar Cris Kuntadi.
Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari pihak Lapas setempat. Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Nirbaya, Helmi Najih menyatakan kesiapannya dalam mengawal keberhasilan program ini di lapangan.
”Kami di Lapas Nirbaya berkomitmen penuh menyediakan sarana dan prasarana yang mendukung kelancaran pemagangan ini. Evaluasi dari Sekjen menjadi motivasi bagi kami untuk memastikan bahwa setiap peserta magang yang mengikuti magang benar-benar mendapatkan transformasi keahlian dalam lingkungan yang aman dan terukur,” ungkap Helmi Najih.
Diharapkan melalui sinergi ini, para peserta magang di Nusakambangan memiliki kesiapan penuh untuk kembali ke masyarakat dengan kompetensi yang diakui, sehingga mampu berkontribusi positif bagi pembangunan ekonomi nasional.
(Red)






