News  

Lapas Nirbaya Kembangkan Kukis Mocaf, Bekali Warga Binaan Keterampilan Produksi Pangan Bernilai Jual

BIGNEWS.ID – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Nirbaya terus mengembangkan program pembinaan kemandirian melalui produksi pangan olahan berbasis Modified Cassava Flour (Mocaf). Bertempat di ruang produksi pengolahan pangan Lapas Nirbaya, warga binaan mengikuti proses pembuatan kukis mocaf sebagai bagian dari pelatihan keterampilan sekaligus inovasi produk yang mendukung program ketahanan pangan melalui pemanfaatan singkong sebagai bahan pangan lokal yang bernilai tambah. Sabtu, (25/7).

Proses pembuatan kukis diawali dengan penyiapan bahan baku, meliputi tepung mocaf sebagai bahan utama, margarin, telur, susu bubuk, serta bahan pendukung lainnya. Seluruh bahan ditimbang sesuai formulasi, kemudian diaduk hingga menjadi adonan sebelum dibentuk dan dipanggang pada suhu yang sesuai resep. Setelah matang, kukis didinginkan, dilakukan pemeriksaan kualitas, kemudian dikemas dengan rapi untuk siap dipasarkan.

Kepala Lapas Kelas IIB Nirbaya, Helmi Najih, mengatakan bahwa pengembangan kukis mocaf merupakan salah satu bentuk optimalisasi program pembinaan kemandirian yang mengintegrasikan keterampilan dan inovasi warga binaan.

“Melalui kegiatan ini, warga binaan tidak hanya belajar mengolah bahan pangan menjadi produk yang memiliki nilai jual, tetapi juga memahami pentingnya kualitas, kebersihan, dan inovasi dalam menghasilkan produk yang mampu bersaing di pasaran. Harapannya, keterampilan tersebut menjadi bekal yang bermanfaat ketika mereka kembali ke tengah masyarakat,” ujar Kalapas.

Melalui pengembangan produk-produk berbasis mocaf tersebut, Lapas Nirbaya menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan program pembinaan yang produktif dan berkelanjutan. Selain membekali warga binaan dengan keterampilan yang aplikatif, inovasi ini juga menjadi wujud dukungan terhadap penguatan ketahanan pangan melalui diversifikasi pangan lokal, peningkatan nilai ekonomi hasil pertanian, serta pemberdayaan sumber daya manusia yang siap berkontribusi setelah kembali ke masyarakat.

(Red)