BIGNEWS.ID – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Jember mengikuti kegiatan Sosialisasi Bijak Mengelola Keuangan bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Syariah Indonesia (BSI) di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Rabu (13/5). Kegiatan dilaksanakan secara virtual dan diikuti jajaran Lapas Jember dari Ruang Nawasena.
Kegiatan tersebut diikuti langsung oleh Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Jember, Wahyu Susetyo, didampingi Kasubbag Tata Usaha, Kaur Kepegawaian dan Keuangan, serta Tim Keuangan Lapas Jember.
Sosialisasi dibuka oleh Kepala Biro Hukum dan Kerja Sama Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan yang menekankan pentingnya pengelolaan keuangan secara cermat dan bijaksana guna menjaga stabilitas ekonomi pribadi maupun keluarga. Selain itu, peserta diharapkan mampu meningkatkan pemahaman dalam menyusun perencanaan keuangan yang efektif dan bertanggung jawab.
Materi utama disampaikan oleh perwakilan OJK yang memaparkan pentingnya edukasi keuangan sebagai bekal dalam meningkatkan kemampuan mengelola penghasilan, memahami kondisi finansial, hingga menyusun perencanaan keuangan jangka panjang. Dalam pemaparannya juga dijelaskan bahwa permasalahan ekonomi kerap muncul akibat kurangnya kemampuan dalam mengatur keuangan secara tepat.
Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Jember, Wahyu Susetyo, menyambut positif pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, literasi keuangan menjadi hal penting bagi seluruh pegawai agar mampu mengelola pendapatan dengan bijak dan terhindar dari permasalahan finansial.
“Melalui sosialisasi ini kami berharap seluruh pegawai semakin memahami pentingnya pengelolaan keuangan yang sehat, mulai dari perencanaan, pengendalian pengeluaran, hingga menyiapkan kebutuhan masa depan keluarga secara bijak dan bertanggung jawab,” ujar Wahyu.
Ia menambahkan, pengelolaan keuangan yang baik tidak hanya berdampak pada kesejahteraan pribadi, tetapi juga dapat mendukung profesionalisme dan stabilitas dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Kegiatan berlangsung dengan tertib dan interaktif, serta diharapkan mampu mendorong seluruh pegawai untuk menerapkan pola pengelolaan keuangan yang lebih efektif, terencana, dan berkelanjutan.
(Red)






