BIGNEWS.ID – Lapas Kelas I Bandar Lampung kembali melaksanakan deteksi dini ke seluruh blok hunian warga binaan. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pejabat struktural dan staf, sebagai bentuk konsistensi dalam meneruskan budaya Kalapas yang mengedepankan pendekatan humanis, pelayanan kesehatan, serta pembinaan jemput bola.
Tim tidak hanya memeriksa keberadaan barang terlarang seperti handphone, narkotika, atau senjata tajam, tetapi juga menyapa langsung warga binaan, mendengarkan keluhan, memantau kondisi kesehatan, serta memberikan pendampingan terkait hak administratif seperti remisi dan asimilasi.
“Kami hadir bukan hanya untuk mengawasi, tapi juga melayani, membina, dan memastikan kesejahteraan warga binaan selama menjalani masa pidana,” ujar Febriansyah, Kepala KPLP.
Meski bersikap terbuka dan empatik, tim tetap tegas dalam menegakkan aturan. “Humanis bukan berarti lunak terhadap pelanggaran. Aturan tetap aturan, siapa pun yang melanggar, akan ditindak sesuai prosedur,” tegasnya.
Langkah ini sejalan dengan Kegiatan Razia dan Deteksi Dini Gangguan Keamanan dan Ketertiban, serta komitmen nasional Penandatanganan Komitmen Bersama Petugas Pemasyarakatan pada 20 Oktober 2025 lalu, karena pemasyarakatan yang aman, sehat, dan produktif lahir dari keseimbangan antara empati dan ketegasan.
(Red)






