BIGNEWS.ID – Bapas Jakarta Pusat turut serta memeriahkan Indonesia Prison Product and Art Festival (IPPAFest) 2025 dengan hadir pada hari kedua penyelenggaraan, Sabtu (09/08), di Pantai Aloha PIK 2, Kabupaten Tangerang, Banten. Kehadiran ini menjadi wujud dukungan terhadap kreativitas Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang mampu menghasilkan karya berkualitas tinggi meski dalam keterbatasan ruang gerak.
Tak hanya mengapresiasi beragam karya WBP dari seluruh Indonesia, Bapas Jakarta Pusat juga menghadirkan sejumlah kuliner kreasi Klien Pemasyarakatan. Produk kuliner ini merupakan hasil program pembimbingan kemandirian yang dikembangkan bersama Pembimbing Kemasyarakatan, sebagai bagian dari upaya menciptakan peluang usaha dan mendorong kemandirian ekonomi setelah bebas.
Kepala Bapas Jakarta Pusat, Bambang Maryanto, menyampaikan apresiasinya terhadap keberagaman karya yang dipamerkan, mulai dari batik tulis, kerajinan kayu ukir, anyaman rotan, hingga kuliner.
“IPPAFest membuktikan bahwa pembinaan kemandirian mampu melahirkan karya yang tidak hanya indah dan lezat, tetapi juga memiliki nilai jual tinggi. Kami bangga bisa hadir dan menyaksikan langsung hasil kerja keras serta semangat WBP dan Klien Pemasyarakatan yang luar biasa,” ujarnya.
Dengan mengusung tema “Merdeka Kreativitas Walau di Tempat Terbatas”, IPPAFest Aloha 2025 dihadiri ribuan pengunjung dan menampilkan 7.519 produk UMKM serta 120 lukisan karya WBP dari berbagai daerah di Indonesia. Melalui kegiatan ini, Ditjenpas berharap produk-produk WBP dapat dipasarkan lebih luas, mendorong pertumbuhan UMKM, dan memperkuat ekonomi kreatif nasional.
Partisipasi Bapas Jakarta Pusat dalam IPPAFest menjadi bukti nyata komitmen Pemasyarakatan untuk mendukung program pemberdayaan WBP dan Klien Pemasyarakatan, sekaligus memperkenalkan peran strategis Pembimbing Kemasyarakatan dalam proses reintegrasi sosial yang berkelanjutan.
(Red)






