BIGNEWS.ID – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIA Madiun kembali menunjukkan hasil positif dari program pembinaan kemandirian dengan melaksanakan panen kangkung sebanyak 40 kilogram. Panen tersebut dilaksanakan di lahan samping Klinik Lapas Pemuda Madiun, Kamis (30/4).
Keberhasilan panen ini menjadi bukti nyata bahwa program pembinaan berbasis pertanian yang dijalankan di dalam lapas mampu memberikan hasil produktif sekaligus membekali Warga Binaan dengan keterampilan yang bermanfaat. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran langsung dalam mengelola lahan secara efektif dan berkelanjutan.
Hasil panen tersebut selanjutnya langsung dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan dapur Lapas, sehingga dapat membantu memenuhi kebutuhan bahan pangan secara mandiri serta menekan biaya operasional. Hal ini sekaligus memperkuat konsep ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan.
Kepala Seksi Kegiatan Kerja, Denny Wahyu Kristanto, menyampaikan bahwa program pertanian ini tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga pada proses pembinaan Warga Binaan.
“Melalui kegiatan ini, Warga Binaan dilatih untuk disiplin, bekerja sama, dan memiliki keterampilan yang nantinya dapat dimanfaatkan setelah mereka kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Senada, Kepala Lapas Pemuda Madiun, Rudi Kristiawan, menegaskan pentingnya keberlanjutan program pembinaan yang produktif.
“Program pertanian seperti ini merupakan bagian dari upaya kami dalam menciptakan pembinaan yang berdampak nyata. Kami ingin memastikan warga binaan memiliki bekal keterampilan yang berguna dan siap berkontribusi secara positif di tengah masyarakat,” tegasnya.
Kegiatan ini sejalan dengan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026, khususnya pada penguatan pembinaan kemandirian melalui sektor pertanian. Lapas Pemuda Madiun berkomitmen menjaga keberlanjutan program produktif sebagai wujud pembinaan yang terarah, profesional, dan berdampak nyata.
(Red)






