Tetangga Rumah Keluarga Tewas Kalideres Cium Bau Sejak Maret Lalu

BIGNEWS.ID – Tetangga sebelah rumah keluarga tewas di Kalideres, Jakarta Barat, Tio (58) mengaku sempat melihat kaki salah satu korban, RG (71) terikat dengan plastik hitam sekitar 3 bulan lalu.

Tio mengatakan kala itu dia sempat menanyakan hal itu kepada mendiang, tapi korban tidak merespons dan langsung masuk ke dalam rumah.

“Kurang lebih, saya tanya, ‘kenapa tuh kakinya diiket plastik item?’, diem aja masuk dari sana, masuk ke rumah,” kata Tio kepada wartawan, Sabtu (12/11).

Selain itu, bau busuk belakangan ini yang menyengat hingga temuan mayat satu keluarga di dalam rumah itu bukanlah kali pertama Tio mencium bau serupa di sekitaran tempat tinggal itu.

Sebelumnya, Tio mengaku, juga pernah mencium bau anyir pada bulan Februari hingga Maret lalu. Meskipun, tidak se-menyengat saat ini.

“Duh, bau banget, itu yang pertama saya udah cium tapi ya enggak sebau ini, yang Februari ke Maret pernah bau juga. Cuma baunya enggak begitu menyengat kayak begini, mungkin karena 4 kali ya,” kata dia.

Tio juga mengatakan baru-baru bau tersebut sangatlah menyengat, sampai-sampai ia meminta orang untuk mengecek ke bagian atas rumahnya dan mencari sumber bau.

Untuk diketahui, empat orang yang merupakan satu keluarga ditemukan tewas di dalam rumah di Perumahan Citra Garden Satu Extension, Kalideres, Jakarta Barat, Kamis (10/11).

Keempat jasad itu yakni seorang bapak berinisial RG (71), anak berinisial DF (42), ibu berinisial RM (66), dan paman berinisial BG (68).

Hasil autopsi dari dokter forensik menunjukkan, bahwa lambung keempat jasad tersebut kosong alias tidak ditemukan sisa makanan di dalamnya.

Selain itu, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara polisi di rumah keempat jasad juga tidak ditemukan makanan di sana.

Saat ditemui pada Jumat (11/11) lalu, Ketua RT015/Rw7 Kalideres, Asiung mengatakan korban yang ditemukan tewas sekeluarga di dalam rumah itu dalam kesehariannya, hanya berpergian ke pasar.

Asiung menyebut, biasanya korban bergegas ke pasar sebentar dan tidak lama kemudian kembali lagi ke rumah.

“Tidak jelas, paling sehari-hari keluar ibu sama anaknya ke pasar sebentar trus pulang lagi seperti itu,” kata Asiung di lokasi kejadian, Jumat (11/11).

Selain itu, Asiung sendiri menyebut pekerjaan korban tidaklah jelas.

“Tidak jelas,” jelas Asiung.

Hal senada juga disampaikan oleh Roy (33) selaku tetangga yang hanya berselang satu rumah dari TKP. Roy menyebut, dirinya sendiri pun tidak mengetahui apa pekerjaan dari para korban.

“Enggak tahu, kan udah pada tua semua, yang satu cewek umur 40an itu juga enggak ketahuan pekerjannya ngapain. mungkin yang orang tua di dalam doang kali, ya” kata Roy di sekitar lokasi kejadian, Jumat lalu.

Selain itu, Roy juga menyatakan bahwa keempat korban merupakan orang yang tertutup dan sangat jarang keluar rumah.

Roy mengatakan, korban biasanya hanya keluar rumah apabila ada penyemprotan demam berdarah di kompleksnya.

“Enggak, orangnya tertutup empat-empatnya,” kata Roy.

Pada Sabtu lalu kepolisian setempat melakukan olahTKP lanjutan di rumah tempat ditemukannya mayat satu keluarga ditemukan tewas. Usai olahTKP lanjutan itu, Asiung selaku Ketua RT setempat mengatakan anggota kepolisian dari Polsek Kalideres membawa sejumlah dokumen di dalam plastik usai menggelar olah TKP lanjutan.

“Cuman gini doang, dokumen enggak banyak sih, ada beberapa amplop,” kata Asiung kepada wartawan di lokasi, Sabtu malam.

“Satu kantong plastik maksud saya. Isi berapa lembar dokumen aja,” imbuhnya

Meskipun begitu, Asiung tidak mengetahui pasti dokumen apa yang dibawa oleh polisi. P ada saat olah TKP lanjutan, Asiung selaku Ketua RT setempat diizinkan turut masuk ke dalam rumah tempat kejadian.

Asiung juga menyebut masih belum ada temuan baru setelah dilaksanakannya olah TKP lanjutan tersebut.

Sumber : CNN indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *