Bahas Raperda Penyakit Masyarkat,  Pansus VI DPRD Kab Bekasi Kunjungi Kecamatan Cibitung

Politik Sosial

Bignews Bekasi, – Anggota DPRD  Kabupaten Bekasi  adakan kunjungan kerja ke Kantor Kecamatan Cibitung, kunjungan kerja tersebut dalam rangka menggelar rapat  terkait Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang penyakit masyarakat.

H. Jampang Hendra Atmaja, S.Pd  salah satu wakil rakyat kabupaten Bekasi Dapil II yang berasal dari Desa Cibuntu, kecamatan cibitung mengatakan kunker ini untuk menyerap aspirasi masyarakat dan permasalahan di Kab Bekasi, khususnya masyarakat Kecamatan Cibitung.

“Kunjungan kali ini untuk mendengar dan membahas pencegahan tentang segala bentuk perbuatan atau tindakan atau perilaku yang tidak menyenangkan dan meresahkan masyarakat atau melanggar nilai-nilai ajaran agama dan nilai-nilai norma susila yang ada di kabuaten bekasi khususnya yang ada di cibitung kemudian akan di lanjutkan ke rapat pansus, tuturnya

Ada 8 angota DPRD  yang hadir 3  diwakilkan dalam rangkaian kegiatan di kecamatan cibitung  yang diketuai Hendra Cipta Dinata, Sukarlinah sebagai Wakil Ketua. H.Danto, Anden, Uryan Riana, Rusdi Haryadi, Ade Koswara Kunang, H. Jampang, Hendra Atmaja.

Dalam rankaian kegiatan kunjungan  tersebut turut di hadiri Unsur Muspika Kecamatan Cibitung Camat Cibitung Drs.Joko Dwijatmoko, kapolsek Akp.Aktawijaya, Danramil dan seluruh kepala desa yang ada di kecamatan cibitung .

Drs.Joko Dwijatmoko sebagai  Camat Cibitung  mengatakan bahwa kedatangan anggota DPRD kabupaten ke kecamatan cibitung ini dalam rangka dengar pendapat dalam rangka menyusun raperda tentang penyakit masyarakat.

“kunjungan anggota DPRD kali ini dalam rangka rapat dan mendengar Apa yang menjadi masukan dari kita tentang penyakit masyarat,  yang kemudian bisa dituangkan di raperda yang akan mereka buat. karena di ketahui kedaung dan tenda biru ada di wilayah cibitung.

Drs. Joko Dwijatmoko MSi, juga menambahkan besar harapanya  “raperda ini mengenai keseluruhan  lapisan masyarakat baik itu dari user, penggunanya, dan jangan sampai raperda ini hanya sebatas raperda saja untuk membumi hangus hal seperti itu tidak ada.
Selain itu asupan rohani perlu dipertimbangkan karna saat di razia lalu dimasukan ke panti sosial saja tanpa pembekalan rohani tidak membuat efek jera, perbaiki rohaninya  maka baik perilakunya. ucapnya(hs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *