Nyaris Ambruk SDN Sukaraya 02 Butuh Renopasi Total

Pendidikan Sosial

Bignews.id Bekasi – SDN Sukaraya 02 yang berada di Desa Sukaraya, Kecamatan Karang Bahaagia, Kabupaten Bekasi, Kondisinya saat ini sangat memprihatinkan, selain bagian atap Gedung yang nyaris ambruk lntai sekolah tersebut juga sudah hancur dan terkelupas, Berbagai cara sudah dilakukan oleh pihak sekolah mulai mengirim proposal ke Dinas terkait sampai mengirimkan Surat kepada salah satu Angota DPRD Bekasi, dengan harapan Bangunan Sekolah Segera mendapat perbaikan dari Pemkab Bekasi.

Badri S pd,ketika dijumpai media ini diruang kerjanya menjelaskan,sabtu 3/10/2020, saat ini sekolah yang dia pimpin memiliki kurang lebih 700 Siswa/Siswi yang terdiri dari 17 rombel dan hanya memiliki ruang kelas 9 kelas itu pun sudah berikut sama kantor, kalau kita sesuaikan dengan rombel, artinya kita butuh 8 ruang kelas terang Badri.

Masih menurut Badri, dari ruang kelas yang ada, satu Unit Bangunan yang terdiri dari empat kelas ini adalah Unit pertama yang diBangun Pemerintah kurang lebih 35 tahun yang lalu, kondisinya saat ini sudah sangat memprihatinkan, selain atap dan plafonnya sudah mau ambruk, lantainyapun sudah retak, dan ini sangat menghawatirkan keselamatan kami dalam menjalankan kegiatan Belajar dan Mengajar (KBM), Berbagai cara sudah kami tempuh agar mendapat perbaikan, mulai dari mengirim profosal sampai mengirim surat ke DPRD Bekasi, kami berharap Pemkab bekasi agar segera dapat merealisasikan usulan kami secepatnya, sebelum Gedung Sekolah tersebut ambruk, harap Badri.

Kasie Ekonomi dan Pembangunan Kecamatan Karang Bahagia, saat dimintai tanggapanya membenarkan, memang hasil pantauan kami di sejumlah Sekolah Dasar di Kecamatan Karang Bahagia masih banyak Bangunan yang sudah tidak layak untuk ditempati karna kondisinya rusak berat, beberapa waktu yang lalu Camat karang bahagia meminta agar para Kepala Sekolah yang membutuhkan perbaikan Gedung harap mengirim Profosal, dan itu sudah dilakukan oleh para Kepala sekolah, namun sampai saat ini belum ada tindak lanjut dari Pemkan Bekasi, mungkin dikarenakan Pandemi Covid-19, kata Sarjono. (Juhata)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *