Direktur PPDK Kemendes, PDT dan Transmigrasi Temui Kakanwil Papua Bahas Sejumlah Kerjasma Pencatatan Indikasi Geografi

BIGNEWS.ID – Dr. Dwi Rudi Hartoyo, S,Sos, M.Si Direktur Penyerasian Pembangunan Daerah Khusus, Kementerian Desa PDT dan Transmigrasi RI hari ini, bertemu Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenkumham Papua, Anthonius M. Ayorbaba, SH.,M.Si, membahas sejumlah rencana kerja sama untuk Pendaftaran Indikasi Geografi, Kekayaan Intelektual. Senin (24/10/2022).

Kehadiran Direktur PPDK Rudi Hartoyo bersama Dr.Muh.Sawir, S.Sos,.M.Si.,M.H Tim Peneliti bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) disambut hangat oleh Kakanwil di Ruang kerjanya beralamat di Jln. Raya Abepura, Nomor 37 Kota Raja, Kota Jayapura Papua.

Kakanwil Papua saat menerima kunjungan silahturahmi tersebut didampingi oleh Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM, Mohamad Mufid (24/10/2022)

Kepada Humas Kanwil Kemenkumham Papua, Dr. Dwi Rudi Hartoyo, S,Sos, M.Si mengatakan, pertemuan yang dilakukan hari ini (24/10) merupakan tindak lanjut dari Pertemuan di Kabupaten Asmat bersama Kakanwil Papua

Kegiatan Klasifikasi makanan Khas dari Papua yaitu Sagu dilakukan lebih lanjut khususnya di Wilayah Membramo, dan saya juga didampingi Dr.Muh.Sawir, S.Sos,.M.Si.,M.H Tim Peneliti bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dari Universitas Yapis Papua, kata Rudi.

“Pada intinya kita berharap dari hasil kegiatan ini muncul sebuah naskah akademik bisa kita jadikan bahan identifikasi awal makanan sagu itu sendiri,” Ujar Rudi Hartoyo.

Menurut Budi, pihaknya akan mendorong terkait dengan Sagu di daerah Membramo, bisa juga didaftarkan secara Komunal pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia khususnya Indikasi Geografi.

Karena bagi Direktur PPDK, Keterlibatan dari teman-teman Perguruan Tinggi, selain yang kami bawa dari BRIN juga bagian yang melengkapi nantinya terkait dengan cara-cara dan prosedur kajian tentang Sagu, demikian juga nanti syarat berkaitan dengan pendaftaran Indikasi Geografi sehingga hasilnya akan menyempurnakan dari Sagu yang ada di kabupaten Membramo ini.

Dr.Muh.Sawir, Akademisi dari Universitas Yapis Papua, menambahkan sebelum Indikasi Geografis dari Tanaman Sagu yang ada di Membramo didaftarkan di Kemenkumham, tentu menjadi tugas kami adalah riset potensi-potensi unggulan, misalnya Sagu ini akan seperti apa, dampaknya ke depan tentu menimbulkan kajian-kajian.

“Lahiran naskah Akademik tentunya akan lari ke regulasi dan kembali lagi ke Kabupaten/kota, namun lebih penting jika dari Sagu dapat diproses menjadi sesuatu yang lebih dampaknya dirasakan Publik itu pasti butuh proses,” Ujar Muh. Sawir.

Lebih lanjut dikatakan, kehadirannya di Kantor Wilayah Kemenkumham Papua pun lebih kepada silahturahmi dan menyatukan visi untuk bekerja sama mempercepat Pencatatan dan Pendaftaran Kekayaan intelektual dan hal ini membawa dampak yang dirasakan langsung oleh Masyarakat sesuai pesan Presiden ke 6 Joko Widodo.

Sementara itu, sebagai tuan rumah, Anthonius M. Ayorbaba mengatakan tentunya kita semua berkepentingan untuk melakukan sesuatu yang berdampak bagi masyarakat sebagaimana ditegaskan Presiden RI, untuk meningkatkan Pangan lokal menjadi komoditas unggulan di daerah yang bisa juga dikembangkan sampai skala Nasional.

Tentu dengan keunggulan di Papua dengan beberapa Indikasi Geografis yang telah kami identifikasi, memang kendalanya tidak mudah untuk meyakinkan Pemerintah Daerah, tetapi apa yang dilakukan Kementerian Desa dan Transmigrasi ini memberikan sebuah ruang baru untuk komunikasi-komunikasi bisa kita lakukan untuk memperkuat proses pelaksanaan yang baik di Pemerintah Daerah termasuk juga mengalokasikan anggaran dari riset-riset yang dilakukan.

Karena Indikasi Geografis hanya bisa didaftarkan untuk mendapatkan sertifikat kalau sudah diteliti oleh Akademisi karena berkaitan dengan struktur tanah, struktur sosial kelompok masyarakat, Pola hidup masyarakat setempat, hal-hal yang ada dalam wilayah struktur adat Masyarakat, ini semua yang harus diteliti.

Kakanwil Papua pun mengapresiasi Kementerian Desa PDT dan Transmigrasi RI yang telah melakukan langkah-langkah lebih cepat,artinya sudah mulai ada kesadaran masyarakat yang tidak hanya menggunakan sagu sebagai papeda, tetapi orang sudah berpikir dengan perubahan yang ada bisa mengembangkan menjadi kue, es krim, Pentolan, Hamburger, ini tentu membutuhkan orang-orang yang mau berusaha untuk mengembangkan usaha-usaha sesuai dengan kreatifitas mereka, yang saat ini gencar didorong oleh Kemendes PDT & Transmigrasi.

“Proses ini jika disinergikan secara bersama – sama, maka pasti kita juga mendapati orang-orang yang membuka peluang baru, menemukan inovasi-inovasi baru dan tentu berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” Tutup Ayorbaba

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *