Anthonius M Ayorbaba Kenalkan Pentingnya Pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual dam Perseorangan Bagi Peserta Bimtek WUB IKM Batik di Kota Jayapura

BIGNEWS ID – Hak Kekayaan Intelektual (HKI) adalah hak yang timbul dari hasil olah pikir otak yang menghasilkan suatu produk atau proses yang berguna bagi manusia, untuk itu dalam rangka memperkenalkan serta memberikan pemahaman tentang Hak kekayaan Intelektual (HKI) dikalangan peserta Bimtek WUB IKM Batik Berbasis Kompetensi Pembuatan Kain Batik cap dan Pewarnaan Batik Di Kota Jayapura yang di selenggarakan oleh dinas Perindagkop Provinsi Papua bekerja sama dengan Kementerian Perindustrian Republik Indonesia mengadakan bimtek yang di selenggarakan di ball room lantai 3 hotel Frontone Kamkey Abepura. Jumat (23/09/2022)

Sosialisasi Kekayaan intelektual dan Perseorang perorangan ini diikuti oleh Para perajin batik cap dan pewarna batik yang ada di kota jayapura.

Kakanwil Kemenkumham Papua Anthonius M Ayorbaba dalam memberikan sosialisasi mengatakan pada saat ini Kantor wilayah Kementerian Hukum dan HAM Papua bekerjasama dengan Dinas Perindagkop dan Kementerian Perindustrian mengadakan Sosialisasi Kekayaan Intelektual berupaya memperkenalkan pentingnya HKI dan Perseorang perorangan bagi masyarakat terutama para seniman berupa hak cipta khusus nya batik cap dan pewarna batik yang begitu banyak di Papua terutama di kota Jayapura Ini. ” Ungkap Kakanwil

“Masyarakat di kota Jayapura dan kabupaten jayapura ini banyak yang menghasilkan karya-karya intelektual berupa Hak Cipta, untuk itu kita ingin memberikan sosialisasi betapa pentingnya HKI dan Perseorang perorangan untuk perlindungan serta jaminannya bagi warga negara dalam hal ini masyarakat guna menghadapi persaingan globalisasi saat ini,” ujar Anthonius

“HKI Adalah hak untuk menikmati secara ekonomis hasil dari suatu kreativitas, objek yang diatur dalam HKI adalah karya-karya yang timbul atau lahir karena kemampuan intelektual manusia,” Tambah Anthonius

Saat ini Kakanwil Kemenkumham Papua juga sedang bekerja keras menyakinkan pemerintah daerah dan semua pihak untuk dapat mendaftar HKI masyarakat Papua, Apalagi saudara saudara saya yang sudah berusaha untuk menghasilkan sebuah karya intelektual mereka dari kekayaan intelektual komunal menjadi kekayaan intelektual Personal ini menjadi bagian dari memindahkannya menjadi sebuah karya yang akan di lindungi oleh negara dan juga supaya menjadi prospek yang baik dari masing-masing masyarakat adat itu punya nilai budaya.

Anthonius Juga menjelaskan yang kami lakukan saat ini dari Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Papua untuk meyakinkan pemerintah daerah dan masyarakat harus melakukan pendaftaran yang terus di gencar kepada seluruh pemerintah daerah yang ada di Papua sehingga pemerintah dapat mendaftar kekayaan intelektual masyarakat sehingga masyarakat dapat merasakan prospek dari hasil kekayaan intelektualnya.

“Ini harus dikerjakan untuk mencapai keberhasilan bersama tentu kita tidak bisa bekerja sendiri, Kita harus bersinergi dan berkolaborasi ini merupakan hal penting dan juga didukung oleh teman dari Mudah Papua Kreatif untuk dapat memberikan karya karya terbaik mereka untuk di daftar Hak Kekayaan intelektual dan bisa go internasional dan punya proses nilai ekonomis yang menjadi tinggi dari batik batik mereka masyarakat Papua,” ujar Anthonius M Ayorbaba

Kakanwil berharap, kita bersama dan hari ini kami hadir melakukan sosialisasi, Pendaftaran dan juga pencatatan kekayaan intelektual dan Perseorang perorangan untuk mempermudah masyarakat.

“Pelatihan ini kalau kementerian perindustrian bisa membantu hanya Rp50.000 itu sangat baik dan dari 6 kelompok 2 kelompok sudah mendaftarkan merek sisa 4 kelompok 4. Kelompok ini nanti akan difasilitasi PMI kami akan memproses dari sisi dari busana dan prospek batik itu akan menjadi domain dari kementerian perindustrian yang dididik untuk menjadi Pengusaha batik itu akan mendapat perlindungan hukum untuk memiliki prospek ekonomi yang lebih baik kedepan nantinya.”Jelas Anthonius M Ayorbaba

Menangapi hal tersebut Masiswo dari balai besar standarisasi dan pelayanan jasa industri kerajinan batik jogjakarta yang mewakili tim kementerian perindustrian sangat mengapresiasi atas kerja cepat dan program program kerja kakanwil Kemenkumham Papua dan jajaran yang manfaat dan dampaknya sangat di rasakan oleh masyarakat khususnya di Papua ini.

“Saya mewakili tim sangat mengapresiasi atas kerja keras semangat dari kakanwil kemenkumham Papua melalui program program yang di kerjakan oleh kanwil kemenkumham Papua saya berharap dapat meningkatkan dan mengembangkan industri batik yang ada di Papua karena itu akan mendorong industri batik di Papua untuk maju dan bersaing di pasar industri dengan batik batik yang berkualitas dengan kultural dan ciri khas budaya masyarakat Papua untuk itu dukungan dari Pemda sangat di harapkan sehingga masyarakat dapat perlindungan hukum dengan hak ciptanya.” Ujar Anthonius M Ayorbaba

Kepada tim humas Domingus salah satu peserta bimtek dan juga perajin batik cap dan pewarna ini sangat berterimakasih atas apa yang telah di sosialisasikan oleh kakanwil kemenkumham Papua dengan sosialisasi ini kiranya kita sebagai perajin batik dapat bisa mendaftar dan mendapat perlindungan hukum atas apa yang kita buat dan tidak bisa di tiru oleh pihak lain.

“Saya berharap kedepan sosialisasi HKI dan Perseorang perorangan ini jangan hanya di sosialisasikan di kota saja tetapi bisa di sosialisasikan ke tingkat distrik sampai kampung sehingga masyarakat dapat mengetahuinya karena masih banyak masyarakat Papua yang belum memahami dengan hak cipta mereka.” Harapnya

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.