News  

Kolaborasi Baru Rutan Banjarnegara dan Kelurahan Kutabanjarnegara, Awali Transformasi Pemasyarakatan

BIGNEWS.ID – Ditengah ritme birokrasi yang kerap terasa kaku, sebuah langkah sederhana justru membuka ruang perubahan yang lebih luas. Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Banjarnegara menapaki jalur sinergi baru melalui koordinasi strategis dengan Kelurahan Kutabanjarnegara, menandai awal dari penguatan program Desa Binaan Pemasyarakatan yang tak sekadar administratif, tetapi sarat makna sosial, Jum’at (24/4).

Bertempat di Kantor Kelurahan Kutabanjarnegara, kegiatan yang berlangsung singkat namun padat substansi ini dihadiri oleh jajaran Rutan Banjarnegara yang diwakili Kasubsi Pelayanan Tahanan beserta staf. Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut konkret atas arahan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Tengah terkait pendataan kerja sama Desa Binaan dan koperasi desa di lingkungan pemasyarakatan.

Namun lebih dari sekadar memenuhi kewajiban administratif, koordinasi ini menjadi titik temu gagasan tentang bagaimana pemasyarakatan tidak lagi berdiri sendiri, melainkan hadir sebagai bagian dari denyut kehidupan masyarakat. Dalam diskusi awal, kedua pihak mulai merancang langkah kolaboratif, termasuk rencana sosialisasi mengenai peran dan fungsi pemasyarakatan serta penguatan program Desa Binaan sebagai ruang integrasi sosial bagi warga binaan.

Kepala Rutan Banjarnegara, Dodik Harmono, menegaskan bahwa pendekatan ini merupakan bagian dari transformasi pemasyarakatan yang lebih humanis dan berorientasi pada kebermanfaatan.

“Pemasyarakatan hari ini tidak bisa berjalan sendiri. Kami ingin hadir di tengah masyarakat, membangun kepercayaan, sekaligus membuka jalan bagi warga binaan agar tetap memiliki koneksi sosial yang positif. Desa binaan menjadi salah satu jembatan penting untuk itu,” ujar Dodik.

Ia juga menambahkan bahwa sinergi lintas sektor seperti ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pembinaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan, sekaligus mendukung program pemberdayaan ekonomi melalui koperasi desa.

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat tersebut berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Meski hanya berlangsung selama tiga puluh menit, pertemuan ini menyisakan optimisme panjang bahwa perubahan tidak selalu lahir dari gebrakan besar, tetapi dari langkah-langkah kecil yang konsisten dan terarah.

Di tengah tantangan pemasyarakatan yang semakin kompleks, Rutan Banjarnegara memilih jalan yang mungkin jarang disorot: membangun dari bawah, dari desa, dari kepercayaan. Sebuah langkah sunyi namun berpotensi mengguncang cara pandang lama tentang pemasyarakatan itu sendiri.

(Red)